Buku Nahu Mudah Edisi Kemaskini ini mengandungi kaedah-kaedah asas tatabahasa bahasa arab yang dipaparkan dalam bentuk yang mudah difahami dan disertakan contoh ayat. Selain daripada itu, latihan disediakan bagi setiap tajuk dan skema jawapan juga disertakan sebagai alat bantuan kepada para pelajar.
Nahu Mudah Edisi Kemaskini
RM25.00
Kelebihan
- Padat, Mudah dan Sesuai untuk “Beginners”.
- Dapat menguasai Bahasa Arab dengan mudah dan pantas.
Frequently Bought Together
| Weight | 0.35 kg |
|---|---|
| Dimensions | 28 × 18 × 2 cm |
| Author | |
| Binding | Paperback |
| ISBN | 9789673887712 |
| Publisher | Telaga Biru |
Be the first to review “Nahu Mudah Edisi Kemaskini” Cancel reply
You must be logged in to post a review.
You may also like…
Tajweed Rules of the Quran (Part Two)
By Allah’s grace, this is the second part of a three part book on the rules of tajweed of the Qur’an, for the recitation of Hafs from ‘Aasim by the way of Ash-Shaatibiyyah. It is is intended to be a guide for nom-Arabs with a good grasp in English in studying tajweed.
This book explains the concept of the accent (an-nabr) in the recitation of the Glourious Qur’an and the conditions of its use, it is also defines and explains the important chapter on the characteristics of the letter, velarization and attenuation (tafkheem and tarqeeq) are covered in this part, as well as the concept of the two alike, the two similar, the two close, and the two far and the rules for merging (idghaam) and clarity (ith-haar) in these different relationships. A brief introductory to grammar term is made in this book to assist the student in understanding the last chapter, that of the connecting hamzah (hamzah al-wasl).
The explanation of the different subject are in English, and the Arabic terms are translated. This is to assist the student in understanding and encourage them to learn the Arabic definitions and terms. This book should facilitate non-Arabs studying tajweed in a classroom with explanations taught in Arabic or in English.
This book cannot replace the importance of reciting to and being corrected by a trained teacher of tajweed, instead it is a guide and an aid in understanding the concepts of tajweed, the application can only be refined by recitation and correction.
BrainJeem Tajweed – Gabungan Hukum Tajwid dan Senaman Minda
BrainJeem Tajwid merupakan pembelajaran kreatif dalam mengenalpasti hukum-hukum Tajwid dengan mudah dan menyeronokkan. Gabungan bunyi dan brain-gym akan mengaktifkan otak kiri dan kanan anda dan membantu anda kekal fokus dan bertenaga. Inovasi BrainJeem Tajweed berfungsi sebagai pembakar semangat supaya kita cintakan ilmu Tajwid dan seronok mendalami Quran.
Related Products
Muhammad S.A.W. Anda Bagaikan Dapat Melihat Baginda
Berakhirnya Dunia Ini (P/B) Revised Edition
Sejak akhir-akhir ini keadaan menjadi semakin tidak keruan dan kita telah mula melihat di kedai-kedai buku dan di laman-laman sesawang spekulasi tentang peristiwa-peristiwa yang akan berlaku dimasa akan datang, berasaskan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis yang mana ia menceritakan tentang peristiwa ini dan kaitannya dengan tanda-tanda kiamat. Setiap kali musibah menimpa dunia Islam dan umatnya, orang ramai akan mula mencari jalan keluar dalam memahaminya dan meyelesaikannya. Kadang-kadang akan terdengar berita tentang kemunculan Imam Mahadi, kadang-kadang akan tersebar cerita tentang telah tiba masanya akan berlaku ‘peperangan besar’ antara pihak yang benar dengan yang jahat, sesekali akan terdengar juga tentang tanah runtuh di sebelah Timur atau Barat, dan berbagai-bagai lagi kisahnya…
Kaedah Rasulullah (saw) Menegur Kesilapan
Tegur Menegur adalah satu sikap dan perbuatan yang baik pada pandangan Islam. Pada masa kini teguran boleh dilakukan melalui pelbagai media dan cara. Namun begitu ramai yang tidak mengerti dan memahami adab serta cara-cara untuk menegur sesuatu kesilapan.
Menegur kesilapan adalan sebahagian dari wahyu dan metodologi Al-Quran menjelaskan perintah dan larangan, persetujuan dan pengencaman dan pembetulan kesilapan.
Mengajar orang lain juga merupakan amalan yang mana paling baik yang manfaatnya dapat disebarkan kepada yang lain. Ia merupakan perkongsian tentang peninggalan para Anbiya (as) dan Rasul (saw) oleh dai’yah dan para pendidik.
“Sesungguhnya Allah, para malaikatNya dan penduduk langit dan bumi sehingga semut dalam lubangnya dan sehingga ikan di dalam lautan momohonka rahmat kepada pengajar manusia kepada kebaikan.” (At-Tirmidhi)
Berpandukan al-Quran dan Hadis sahih, Sheikh Muhammad Salih al-Munajid menerangkan bagaimana pendekatan Rasulullah (saw) dalm mengajar serta menegur kesilapan.
Iman Kepada Allah ; Serial Aqidah Islam – 1
Iman Kepada Allah: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 1/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Iman kepada Allah merupakan salah satu pilar utama rukun iman dan juga menjadi pijakan bagi seluruh jenis ritual ibadah lainnya. Ketaatan dan ibadah apapun tak akan diterima oleh Allah bila tidak dilandasi aqidah ini.
Palestin Kami Datang (A5)
Masih ingat lagi tak anda peristiwa hitam yang menyelubungi aktivis negara kita apabila kapal Mavi Marmara yang membawa barangan untuk disumbangkan kepada rakyat Palestin diserang secara ganas oleh rejim Yahudi. Kejadian tersebut telah membuka mata ramai pihak dan mendapat kutukan keras daripada beberapa buah negara tentang kelakuan zalim tentera Israel kepada para aktivis.
Qadha Dan Qadar ; Serial Aqidah Islam – 8
Qadha’ dan Qadar: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 8/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Selain merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap muslim, Qadha’ dan Qadar merupakan hal yang sangat rumit yang sering mendatangkan polemik berkepanjangan sejak dulu hingga sekarang, dan banyak orang yang mempunyai pemahaman yang salah terhadapnya. Buku ini memberikan penjelasan dengan jelas dan gamblang tentangnya, dan diperkuat dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits-hadits nabawi, serta diperjelas lagi dengan perkataan para ulama salaf. Di dalam buku ini dibahas definisi Qadha’ dan Qadar, rukun iman kepadanya, batasan kemampuan akal manusia dalam memahaminya, aliran-aliran pemikiran tentangnya, dan pendapat ahlus sunnah dalam masalah ini.
Nikmati Kehidupanmu (Revised Edition)
Produk hasil penyelidikan selama lebih dari dua puluh tahun, ‘Nikmatilah Kehidupanmu’ adalah terjemahan daripada buku terlaris berkaitan keagamaan dan motivasi dialam Bahasa Arab dan Bahasa Inggeris. Kini boleh didapati dalam Bahasa Malaysia. Buku yang menerangkan seni berinteraksi, hasil kajian terhadap kehidupan Rasulullah S.A.W .
Journey Through The Quran (Edisi Bahasa Melayu)
Rasul dan Risalah ; Serial Aqidah Islam – 4
Rasul Dan Risalah: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 4/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Di era kemajuan ilmu pengetahuan sekarang ini, banyak orang yang mengandalkan ilmu dan kemampuannya bahkan sampai menuhankan akal fikirannya. Mereka merasa tidak perlu lagi kepada ajaran dan petunjuk para nabi dan rasul, bahkan ada yang mengatakan bahawa rasul pun perlu dikritisi. Benarkah demikian? Mungkinkah manusia sampai kepada kebenaran hakiki dengan kemampuan akalnya. Jawabnya tentu tidak, sepandai apapun akal manusia tetap terbatas, ia tidak bisa mencapai kebenaran hakik kecuali dengan tuntunan wahyu yang dibawa oleh para rasul, ia tidak bisa mengetahui kebaikan dan keburukan secara benar dan mendetail tanpa petunjuk para rasul. Oleh karena itu, orang yang hanya mengandalkan akalnya saja tanpa memperdulikan petunjuk yang dibawa oleh para rasul akan tersesat jalan. Buku ini mengupas tuntas tentang nabi dan rasul serta ajaran mereka dengan rinci dan mendetail, baik yang berkaitan dengan definisi nabi dan rasul, perbedaan antara keduanya, urgensi diutusnya mereka, jumlah mereka, sifat-sifat dan tugas-tugas mereka. Oleh karena itu, buku ini pantas dimilikioleh setiap muslim yang ingin mengenal para rasul dan mengetahui ajaran mereka, dan juga siapa saja yang ingin mencari kebenaran.
Recently Viewed
Kejahatan Lidah
Enlightening facts about how a merely harmful words spoken that could turn into harmful friction in our daily lives due to our ignorant whereby in Islam there are guidance on how to interact in a society.
2IN1 Combo P05
1. Muharramat Forbidden Matters Some People Take Lightly (127 pages)
2. Women around the Messenger (364 pages)
[HH] Bulugh Al-Maram (Arabic) – Darussalam
Bulugh Al-Maram is based upon the Ahadith of our Prophet which have been the sources of Islamic Jurisprudence. Al-Hafiz Ibn Hajar Al-Asqalani (Hijrah 777-853) has recorded the true significance of the Ahadith and their origins & also made a comparison of the versions, if the sources are more than one
Seeds of Admonishment & Reform
This is the fifth installment in the book series, of the illustrious and inimitable scholar of the sixth century Hijri, Imam Ibn al-Jawzi, May Allah mercy upon him.
The Mukhtasar Al-Quduri
The Mukhtasar Al-Quduri is one of the most celebrated and influential treatises in any Muslim school of methodology and thought and is the foundation for the Hanafi school.
It is both the first source for scholars and a manual for the general reader.
This is its first ever complete translation in English.
Let Us Be Muslims (P/B)
LET US BE MUSLIMS is a new edited English version of Sayyid Mawdudi’s Urdu Khutubat. It is no ordinary book, says Khurram Murad in his long Introduction, for it has stirred more hearts and impelled more lives to change their course than any of his more erudite works. In these Friday congregational addresses, Sayyid Mawdudi expounds such familiar themes as Iman, Islam, the Prayer, Fasting, Almsgiving, Pilgrimage and Jihad. But, in an unusually beautiful, powerfully reasoned, eloquent and passionate, and yet simple and lucid style,
“Sayyid Abul A’la Al-Mawdudui (1903-1979), one of the chief architects of contemporary Islamic resurgence, was the an outstanding Islamic thinker and writer of his time. He devoted his life to expound the meaning and message of Islam and to organise a collective movement to establish the Islamic Order. In this struggle, he had to pass through all kinds of sufferings.
Between 1948-67, he spent a total of five years in different prisons of Pakistan. In 1953, he was also sentenced to death by a Martial Law court for writing a ‘seditious’ pamphlet, this sentence being later commuted to life imprisonment. In 1941, he founded Jama’at-I Islami, of which he remained Amir, until 1972 and which is one of the most prominent Islamic movements of our day. He authored more than one hundred works on Islam, both scholarly and popular, and his writings have been translated into forty languages.”






















































There are no reviews yet.