Buku ini menerangkan tentang keperibadian Nabi Muḥammad serta ciri-ciri baginda. Aspek yang banyak ditekankan dalam buku ini ialah bagaimana cara baginda berinteraksi dengan hal-hal yang di sekliling baginda, seperti bagaimana baginda berinteraksi dengan musuh, golongan munafik, para sahabat baginda, kanak-kanak, para wanita, anak-anak yatim dan lain-lain. Selain itu buku ini juga menceritakan tentang aspek keperibadian baginda seperti pakaian baginda, makanan baginda, tidurnya baginda, suka dan duka baginda dan lain-lain, Oleh itu, buku ini adalah serba sedikit sebagai panduan untuk kita tentang bagaimana untuk kita mencontohi Nabi Muḥammad dalam aspek-aspek tersebut.
Muhammad: Insan Paling Sempurna Pernah Dilahirkan
$8.64
Frequently Bought Together
Kehidupan Mulia Nabi Muhammad SAW (Ar Raheeq Al Makhtum) Edisi Kemas Kini P/B
| Weight | 0.50 kg |
|---|---|
| Dimensions | 21.5 × 14 × 1.5 cm |
| Author | |
| Binding | Paperback |
| ISBN | 9789671707470 |
| Pages | 234 |
| Publisher | Karya PiS Sdn Bhd |
Be the first to review “Muhammad: Insan Paling Sempurna Pernah Dilahirkan” Cancel reply
You must be logged in to post a review.
You may also like…
Rasul dan Risalah ; Serial Aqidah Islam – 4
Rasul Dan Risalah: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 4/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Di era kemajuan ilmu pengetahuan sekarang ini, banyak orang yang mengandalkan ilmu dan kemampuannya bahkan sampai menuhankan akal fikirannya. Mereka merasa tidak perlu lagi kepada ajaran dan petunjuk para nabi dan rasul, bahkan ada yang mengatakan bahawa rasul pun perlu dikritisi. Benarkah demikian? Mungkinkah manusia sampai kepada kebenaran hakiki dengan kemampuan akalnya. Jawabnya tentu tidak, sepandai apapun akal manusia tetap terbatas, ia tidak bisa mencapai kebenaran hakik kecuali dengan tuntunan wahyu yang dibawa oleh para rasul, ia tidak bisa mengetahui kebaikan dan keburukan secara benar dan mendetail tanpa petunjuk para rasul. Oleh karena itu, orang yang hanya mengandalkan akalnya saja tanpa memperdulikan petunjuk yang dibawa oleh para rasul akan tersesat jalan. Buku ini mengupas tuntas tentang nabi dan rasul serta ajaran mereka dengan rinci dan mendetail, baik yang berkaitan dengan definisi nabi dan rasul, perbedaan antara keduanya, urgensi diutusnya mereka, jumlah mereka, sifat-sifat dan tugas-tugas mereka. Oleh karena itu, buku ini pantas dimilikioleh setiap muslim yang ingin mengenal para rasul dan mengetahui ajaran mereka, dan juga siapa saja yang ingin mencari kebenaran.
Kaedah Rasulullah (saw) Menegur Kesilapan
Tegur Menegur adalah satu sikap dan perbuatan yang baik pada pandangan Islam. Pada masa kini teguran boleh dilakukan melalui pelbagai media dan cara. Namun begitu ramai yang tidak mengerti dan memahami adab serta cara-cara untuk menegur sesuatu kesilapan.
Menegur kesilapan adalan sebahagian dari wahyu dan metodologi Al-Quran menjelaskan perintah dan larangan, persetujuan dan pengencaman dan pembetulan kesilapan.
Mengajar orang lain juga merupakan amalan yang mana paling baik yang manfaatnya dapat disebarkan kepada yang lain. Ia merupakan perkongsian tentang peninggalan para Anbiya (as) dan Rasul (saw) oleh dai’yah dan para pendidik.
“Sesungguhnya Allah, para malaikatNya dan penduduk langit dan bumi sehingga semut dalam lubangnya dan sehingga ikan di dalam lautan momohonka rahmat kepada pengajar manusia kepada kebaikan.” (At-Tirmidhi)
Berpandukan al-Quran dan Hadis sahih, Sheikh Muhammad Salih al-Munajid menerangkan bagaimana pendekatan Rasulullah (saw) dalm mengajar serta menegur kesilapan.
Nikmati Kehidupanmu (Revised Edition)
Produk hasil penyelidikan selama lebih dari dua puluh tahun, ‘Nikmatilah Kehidupanmu’ adalah terjemahan daripada buku terlaris berkaitan keagamaan dan motivasi dialam Bahasa Arab dan Bahasa Inggeris. Kini boleh didapati dalam Bahasa Malaysia. Buku yang menerangkan seni berinteraksi, hasil kajian terhadap kehidupan Rasulullah S.A.W .
Related Products
Nota My #QURANTIME Juzuk 2
Sejajar dengan tujuan program My#QuranTime yang disiarkan di TV ALHIJRAH Iaitu mahu menjadi platform solidariti ummah mempelajari asas bacaan al-Quran, Tadabbur dan Tazakkur, maka lahirlah naskhah lengkap: NOTA MY #QURANTIME sebagai panduan lengkap buat mereka yang cintakan al-Quran.
NOTA MY #QURANTIME Juzuk ke-2 ini lebih istimewa kerana di dalamnya terdapat lebih banyak perbincangan yang dikupas secara menyeluruh. Antaranya ialah:
- Pertukaran arah kiblat
- Kekal hidup bagi yang berjihad di jalan Allah
- Ujian Allah buat mereka yang bersabar
- Ganjaran buat mereka yang ditimpa musibah
- Laknat bagi mereka yang menyembunyikan kebenaran
- Hukum berniaga ketika musim haji
Nota ini juga merangkumi:
- Satu buku, satu juzuk
- Nota pilihan daripada penonton
- Aplikasi QR code untuk video bacaan terpilih
- Nota ringkasan yang padat tapi mudah difahami
- Peta infografik berwarna yang dapat membantu pemahaman pembaca
Muhammad S.A.W. Anda Bagaikan Dapat Melihat Baginda
Haji & Umrah (Panduan Poket BM)
PANDUAN POKET bagi mengerjakan Umrah, Haji, dan Ziarah Madinah
Surga Dan Neraka : Serial Aqidah Islam 7
Nota My #QURANTIME Juzuk 1
Sejajar dengan tujuan program My#QuranTime yang disiarkan di TV ALHIJRAH Iaitu mahu menjadi platform solidariti ummah mempelajari asas bacaan al-Quran, Tadabbur dan Tazakkur, maka lahirlah naskhah lengkap: NOTA MY #QURANTIME sebagai panduan lengkap buat mereka yang cintakan al-Quran.
NOTA MY #QURANTIME ini akan diterbitkan sebanyak 30 juzuk, yang mana setiap juzuk mempunyai sebanyak 230 hingga 300 halaman.
Nota ini juga merangkumi:
- Satu buku, satu juzuk
- Nota pilihan daripada penonton
- Aplikasi QR code untuk video bacaan terpilih
- Nota ringkasan yang padat tapi mudah difahami
- Peta infografik berwarna yang dapat membantu pemahaman pembaca
Lelaki Yang Hebat-Hebat Dalam Al-Quran
- Lelaki yang hebat-hebat itu bukanlah lelaki yang seperti malaikat.
- Dia ialah lelaki yang biasa-biasa, namun saat imannya diugut oleh Raja yang jahat, dia berani masuk ke dalam gua dan meninggalkan keselesaan hidup demi membela iman. Persis pemuda Ashabul Kahfi.
- Dia adalah lelaki yang biasa-biasa, namun saat berhadapan dengan ayah sendiri dan masyarakat yang jahil, dia berani mempertahankan kebenaran dan menghadapi ujian. Persis Nabi Ibrahim AS, ketika mudanya.
- Dia adalah lelaki yang biasa-biasa, namun saat si ayah menerima arahan Tuhan untuk menyembelihnya, dia berani menyahut arahannya tanpa dolak-dalih. Persis Nabi Ismail AS, ketika mudanya.
Melalui buku ini, Ust Syaari menghurai kisah lelaki yang hebat-hebat di sisi Allah SWT meskipun hakikatnya mereka adalah insan yang biasa-biasa sahaja. Buku ini sesuai dibaca oleh segenap lapisan masyarakat yang mengimpikan lahirnya lelaki dengan acuan Al-Quran.
Kejahatan Lidah
Enlightening facts about how a merely harmful words spoken that could turn into harmful friction in our daily lives due to our ignorant whereby in Islam there are guidance on how to interact in a society.
Perempuan Yang Baik-Baik Dalam Al-Quran
Pakaian yang Paling Indah (Jibaly Rumah Tangga Siri)
Melalui ketiga-tiga buku dalam siri ini, kami berusaha membincangkan perkahwinan menurut Sunnah yang sahih.
Recently Viewed
Usool Al-Hadeeth (H/B)
Dr. Bilal Philips writes: “The Prophet’s sayings and actions were primarily based on revelation from Allah and, as such, must be considered a fundamental source of guidance second only to the Qur’an.” According to Dr. Philips, the Hadith, the record of these sayings and actions, plays a vital role in that it transmits revelation, tafseer (exegesis of the Qur’an), Islamic law, and the Islamic moral ideal. For instance, the Prophet’s “…character and social interactions became prime examples of moral conduct for Muslims. Consequently, the daily life of the Prophet (blessings and peace of Allah be upon him) as recorded in the hadith represents an ideal code of conduct. It is largely due to the science of hadith that the final message of Islam has been preserved in its original purity for all times.” In Usool al-Hadeeth, the reader will embark on a course of study that will, Allah willing, enable him or her to make critical and intelligent use of the body of Hadith literature in his or her daily life.
The Relief From Distress : An Explanation to the dua of Prophet Yunus (P/B)
Shaykh al-Islam Ibn Taymiyyah, may Allah sanctify his soul, was asked about the saying of the Prophet (pbuh),
The invocation of my brother Yunus, “none has the right to be worshipped save You; glory be to You, far removed are You from any imperfection; I have been amongst the wrong-doers,” none who is experiencing difficulty employs it except that Allah would relieve him of his difficulty.
What is the meaning of this du’a (prayer, supplication)?
Are their any unstated conditions that have to be met when one articulates it?
What is the connection between belief in the heart and the meaning of this supplication such that it leads to the removal of difficulty?
Why did he explicitly confess, ‘I have been amongst the wrong-doers’ when it is known that tawhid in itself leads to the removal of difficulty?
Is it sufficient to acknowledge ones’ sin alone, or must this be accompanied by repentance and the firm resolve not to repeat that sin in the future?
Why is it that difficulty and harm is removed only when a person relinquishes any hope, reliance and dependency upon the creation?
How can the heart relinquish the characteristic of putting hope in the creation and depending on them, and instead put its hope in Allah, Exalted is He, and turn to Him in its entirety?
What are the methods that would aid the heart in doing this?
The author replies to these questions in the form of this book.
33 Ways of Developing Al-Khushoo`: Humility and Devotion in Prayer
Shaykh Muhammad Salih al-Munajjid’s little book is perhaps one of the most widely-circulated among Muslims today. This is because the topic touches worshippers where it hurts—we know that we often lapse into an automatic sort of prayer when we lose concentration. The Shaykh points out that this loss of concentration really stems from a lack of humility and devotion—in Arabic, khushoo‘. His aim in writing this book is to help us to get back that khushoo‘. His step-by-step approach makes it simple. He gives practical advice and uses the excellent example of the prayer of the Messenger of Allah (blessings and peace be upon him) to guide us, so that as worshippers, we can truly return to a state of humility and devotion before the Lord.
[AR] Kayfa Tutkinun Nahwa (كيف تتقن النحو)
يبدأ الكتاب بعلامات النحو والأساليب النحوية ويستمر حتى يصل إلى أهم وأعمق فروع القواعد في هذا المقال سيوضح موقع “مطبات” كل التفاصيل التي ترغبون في معرفتها.
Characteristics Of The Hypocrites
Hypocrisy is a deep-rooted and all-pervading spiritual disease. A person’s heart could be overflowing with it yet be oblivious of it due to its hidden and subtle nature; frequently does it lead a person to think they are acting rightly when in reality he is spreading corruption. It is of two types: major and minor; majority hypocrisy leads to eternal punishment in the lowest depths of Hell; it is to outwardly display faith in Allah, His Angles, His Books, His Messengers, and the last Day whereas inwardly one is devoid of such belief, indeed disbelieving in it. They do not believe that Allah spoke to a man amongst men who He appointed to be Messenger: guiding them by His permission and warning them of His punishments.
[ASJ] Al-Fawa’id al-Madaniyyah /الفوائد المدنية فيمن يفتي بقوله من أئمة الشافعية
الفوائد المدنية فيمن يفتي بقوله من ائمة الشافعية جديد
Ibn Taymiyyah’s Essay on Servitude
“An enlightening book written by one of the most famous scholars of Islaam on the important subject of servitude. In this book, Shaykh Ibn Taymiyyah defines the concept of worship in Islaam and explains that to be a true “slave of Allaah” is a status of both virtue and nobility. The author proves that the title “slave of Allaah” is one of great honor which Allaah bestowed upon the best of creation, Muhammad (pbuh). While elaborating on the issue of servitude, the author highlights the prevalent traps which people fall into, when becoming enslaved by, or allowing their hearts to become attached to worldly objects. The emphasis is on servitude to Allaah which is adorned with the true love we hold for Him in our hearts — a matter of central importance for every Muslim.
Dream Du’a Do by Ruzina Ahad
Dream Du’a Do is the ultimate survival guide for the Millennial Muslimah. Packed with humour, honesty and heartfelt advice, this sunny book offers strategies for Muslim women to not just survive in today’s world, but to thrive. As a young British Bengali woman, Ruzina shares the ups and downs of her own journey and explains how she gained the confidence and clarity to achieve her dreams. Using the latest research in neuroscience, positive psychology, and inspiring examples of Muslim women, this refreshingly engaging how-to guide will encourage you to
- Figure out your wildest ambitions by having the courage to DREAM
- Inspire you to rely on the transformational power of prayers through DU’A
- Empower you to go out to DO whatever it is you need to live your life to the full.
By the end of Dream Du’a Do, you will know exactly what you want out of this life, why you want it, how to achieve it!




















































There are no reviews yet.