- Merungkai syubhat akidah: Buku ini membatalkan syubhat dan kekeliruan golongan penyembah kubur, dan sebahagian pengikut tarekat sesat secara terperinci yang mengamalkan budaya meminta doa daripada orang mati ketika berada dalam kesusahan dan keperluan.
- Menghimpunkan fatwa ulama: Praktik meminta doa daripada orang mati ini tidak wujud pada zaman awal umat Islam, ketika era kehidupan Nabi SAW dan para sahabat. Ia hanya muncul selepas berlalunya generasi terbaik ini, dan para ulama mengingkarinya, dalam rangka memelihara sunnah, melindungi kesucian tauhid, serta menutup jalan-jalan yang membawa kepada syirik dan kerosakan.
- Sandaran dalil yang kukuh: Karya ini mengembalikan perbahasan kepada asas utamanya dengan bersandarkan al-Qurʾān, al-Sunnah, dan pandangan para imam muktabar, jauh daripada unsur retorik dan sentimen emosi.
Meminta Doa daripada Orang Mati
RM32.00
Frequently Bought Together
| Weight | 0.45 kg |
|---|---|
| Dimensions | 15 × 1 × 22.5 cm |
| Author | |
| Binding | Paperback |
| ISBN | 9789672910671 |
| Pages | 246 |
| Publisher | Karya PiS Sdn Bhd |
You may also like…
Wahhabi Islam From Revival And Reform To Global Jihad
Until September 11, 2001 few Westerners had ever heard of “Wahhabism.” Now most of us recognize the word as describing an austere and puritanical type of Islam, mentioned frequently in connection with Osama bin Laden and Saudi Arabia and often named as the inspiration behind the 9/11 terror attacks. The word “Wahhabi” stems from the name of the founder of this system of thought, Muhammad Ibn Abd al-Wahhab (1702-1791), companion and religious adviser to Muhammad Ibn Saud, founder of the House of Saud. In this book Natana DeLong-Bas offers an in-depth study of the written works of al-Wahhab. She focuses on four areas: theology, legal theory, proselytizing through education and jihad, and law on women. Through a close reading of al-Wahhab’s texts she demonstrates that many aspects of 20th- and 21st-century Wahhabi extremism do not have their origins in his writings. Examples of this extremism include the emphasis on jihad, martyrdom and militancy, and misogyny. The strict division of the world into dar al-Islam and dar al-kufr, according to which only Wahhabi adherents are considered to be true Muslims and all others are non-Muslims who must be fought, is entirely absent from al-Wahhab’s work. Instead, argues DeLong-Bas, all of these themes were only added to Wahhabi teachings in the 19th century following armed engagement with the Ottoman Empire. DeLong-Bas’s study fills an enormous gap in the literature about Wahhabism by returning to the original writings of the founder of the movement. She debunks the common journalistic portrayal of Muhammad Ibn Abd al-Wahhab as an illiterate, rural bumpkin with no scholarly formation. Her revisionist reading of al-Wahhab’s thought will be controversial but impossible to ignore. The book will be essential reading for students and scholars of Islam as well as for those interested in the background of this dangerous modern ideology.
Related Products
Rasul dan Risalah ; Serial Aqidah Islam – 4
Rasul Dan Risalah: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 4/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Di era kemajuan ilmu pengetahuan sekarang ini, banyak orang yang mengandalkan ilmu dan kemampuannya bahkan sampai menuhankan akal fikirannya. Mereka merasa tidak perlu lagi kepada ajaran dan petunjuk para nabi dan rasul, bahkan ada yang mengatakan bahawa rasul pun perlu dikritisi. Benarkah demikian? Mungkinkah manusia sampai kepada kebenaran hakiki dengan kemampuan akalnya. Jawabnya tentu tidak, sepandai apapun akal manusia tetap terbatas, ia tidak bisa mencapai kebenaran hakik kecuali dengan tuntunan wahyu yang dibawa oleh para rasul, ia tidak bisa mengetahui kebaikan dan keburukan secara benar dan mendetail tanpa petunjuk para rasul. Oleh karena itu, orang yang hanya mengandalkan akalnya saja tanpa memperdulikan petunjuk yang dibawa oleh para rasul akan tersesat jalan. Buku ini mengupas tuntas tentang nabi dan rasul serta ajaran mereka dengan rinci dan mendetail, baik yang berkaitan dengan definisi nabi dan rasul, perbedaan antara keduanya, urgensi diutusnya mereka, jumlah mereka, sifat-sifat dan tugas-tugas mereka. Oleh karena itu, buku ini pantas dimilikioleh setiap muslim yang ingin mengenal para rasul dan mengetahui ajaran mereka, dan juga siapa saja yang ingin mencari kebenaran.
Lelaki Yang Hebat-Hebat Dalam Al-Quran
- Lelaki yang hebat-hebat itu bukanlah lelaki yang seperti malaikat.
- Dia ialah lelaki yang biasa-biasa, namun saat imannya diugut oleh Raja yang jahat, dia berani masuk ke dalam gua dan meninggalkan keselesaan hidup demi membela iman. Persis pemuda Ashabul Kahfi.
- Dia adalah lelaki yang biasa-biasa, namun saat berhadapan dengan ayah sendiri dan masyarakat yang jahil, dia berani mempertahankan kebenaran dan menghadapi ujian. Persis Nabi Ibrahim AS, ketika mudanya.
- Dia adalah lelaki yang biasa-biasa, namun saat si ayah menerima arahan Tuhan untuk menyembelihnya, dia berani menyahut arahannya tanpa dolak-dalih. Persis Nabi Ismail AS, ketika mudanya.
Melalui buku ini, Ust Syaari menghurai kisah lelaki yang hebat-hebat di sisi Allah SWT meskipun hakikatnya mereka adalah insan yang biasa-biasa sahaja. Buku ini sesuai dibaca oleh segenap lapisan masyarakat yang mengimpikan lahirnya lelaki dengan acuan Al-Quran.
Meraih Cinta & Kasih Sayang (Jibaly Rumah Tangga Siri)
Melalui ketiga-tiga buku dalam siri ini, kami berusaha membincangkan perkahwinan menurut Sunnah yang sahih.
Dunia Jin Dan Setan – Serial Aqidah Islam – 3
Iman Kepada Allah ; Serial Aqidah Islam – 1
Iman Kepada Allah: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 1/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Iman kepada Allah merupakan salah satu pilar utama rukun iman dan juga menjadi pijakan bagi seluruh jenis ritual ibadah lainnya. Ketaatan dan ibadah apapun tak akan diterima oleh Allah bila tidak dilandasi aqidah ini.
Qadha Dan Qadar ; Serial Aqidah Islam – 8
Qadha’ dan Qadar: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 8/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Selain merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap muslim, Qadha’ dan Qadar merupakan hal yang sangat rumit yang sering mendatangkan polemik berkepanjangan sejak dulu hingga sekarang, dan banyak orang yang mempunyai pemahaman yang salah terhadapnya. Buku ini memberikan penjelasan dengan jelas dan gamblang tentangnya, dan diperkuat dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits-hadits nabawi, serta diperjelas lagi dengan perkataan para ulama salaf. Di dalam buku ini dibahas definisi Qadha’ dan Qadar, rukun iman kepadanya, batasan kemampuan akal manusia dalam memahaminya, aliran-aliran pemikiran tentangnya, dan pendapat ahlus sunnah dalam masalah ini.
Perempuan Yang Baik-Baik Dalam Al-Quran
Journey Through The Quran (Edisi Bahasa Melayu)
Keutuhan Rumahtangga Bahagia (Jibaly Rumah Tangga Siri)
Melalui ketiga-tiga buku dalam siri ini, kami berusaha membincangkan perkahwinan menurut Sunnah yang sahih.
Recently Viewed
Mapping The Secular Mind (IIIT)
The secular mind had a grand plan, to establish an earthly paradise, a utopia of the here and now, a modern civilization governed by human reason, rationality, and the triumph of progress. Whilst ideals are one thing, the means to realize them is something else. Away from the hype, emancipating humanity from the shackles of God and religion has proved no easy matter. Mapping the Secular Mind critically examines issues of reason, rationality, and secular materialism, to explore how these mental perceptions, or ways of mapping the world, have affected human interaction and sociological development. It does this by comparing and contrasting the ideas of Abdelwahab M. Elmessiri (1938 2008) a leading Arab intellectual, and Zygmunt Bauman (1925), one of the world s foremost sociologists. In the last few decades, an emergent Western critique of modernity has inspired Muslim intellectuals to develop new ideas, images, terms and concepts that state their positions towards the tendencies of secular modernity, its transformations and consequences, and how it manipulates perceptions of reality. The book challenges foundations of secular ideology to argue that its aspirations have deeply transformed human consciousness and man s sense of self, leaving him a creature of purposeless consumption, wearied by the search for fulfillment, and controlled by materialistic laws governing physical phenomena. It also offers a more darker thesis, that Fascist Germany and the Eugenics movement were a form of Social Darwinism taken to its logical course. These were not an aberration from the principles of modernity, Ali argues, but a consistent outcome of the modern worldview, with the seeds of self-destruction being woven into the very fabric of the philosophy.
Ghibah (Backbiting) : The Root Cause of All Evil : The Commands and Prohibitions of the Shariah
Islam is a religion of peace, love, and compassion. Lies, suspicion, backbiting, slander, vain talk — all these are anathema to Islam. Indeed, such negative activity sows the seeds of enmity among the people and ultimately brings about the downfall of society. Backbiting (ghibah) in particular, according to the Qur’an, is not just a common social evil, but rather an abhorrent act, a major sin — the equivalent of eating one’s brother’s flesh.
Numerous ahadith of the Prophet Muhammed (pbuh) also underscore the complete futility, extreme loathsomeness and grave consequences of the deliberate misrepresentation of others. Backbiting, by the unanimous rulings of religious scholars (ijma) is forbidden, so that anyone who indulges in it is guilty of serious wrongdoing. Yet people have no qualms about engaging in this practice, flouting all prohibitions and strict commands.
Drawing upon important source material on the subjects of backbiting, false accusation (bhutan), and related issues, this book highlights the need to keep our society free of his ignoble malaise. To this end, it elucidates the relevant commands and prohibitions of the Shari’ah, so as to create in the minds of its readers a deep awareness of the sinfulness and ill effects of calumny.
By Shakil Ahmad Khan and Wasim Ahmad
[QQ] Rasail min Al-Quran ( رسائل من القران)
نبذة عن كتاب ( رسائل من القرآن ) : من آخر إصدارات، الكاتب المتميز جدًا، أدهم شرقاوي، لقد أبدع المؤلف في هذا الكتاب الذي يتضمن أكثر من 283 صفحة.. أقل ما يقال عنه أنه راقي في معانيه بامتياز، فكيف لا يكون كذلك وكل عباراته مستخلصة من كلام الله جل وعلا.. ينادي فيها صاحب هذا الإصدار: يا الله، إنك عندما قلت لإبراهيم عليه السلام: (( وأذن في الناس بالحج)) قال لك: رب كيف أبلغ الناس وصوتي لا يصلهم !؟ ، فقلت له: عليك النداء وعلينا البلاغ !.. فبلغ صوته أرجاء الأرض !.. فيا الله: هذا الكتاب نداء عبد ضعيف القلب، ضعيف الصوت، ناداه حب لك، ورغبة فيك، فأكرمه بالبلاغ !؟؟..















































Nota My #QURANTIME Juzuk 1
Sejajar dengan tujuan program My#QuranTime yang disiarkan di TV ALHIJRAH Iaitu mahu menjadi platform solidariti ummah mempelajari asas bacaan al-Quran, Tadabbur dan Tazakkur, maka lahirlah naskhah lengkap: NOTA MY #QURANTIME sebagai panduan lengkap buat mereka yang cintakan al-Quran.
NOTA MY #QURANTIME ini akan diterbitkan sebanyak 30 juzuk, yang mana setiap juzuk mempunyai sebanyak 230 hingga 300 halaman.
Nota ini juga merangkumi: