Keutamaan budi, itulah tujuan yang akhir. Dan menyingkirkan diri dari kebinatangan, itulah cita-cita yang mulia. Bukit itulah yang didaki orang budiman. Setengah jatuh dan setengah bangun, ada yang tidak tahan, ada yang lemah kakinya, lalu terjatuh dan tidak bangun lagi. Ada pula yang tegak kembali, dan melangkah terus perlahan-lahan dan tidak mengenal putus asa.
Lembaga Budi (Bahasa Melayu)
RM23.00
Frequently Bought Together
| Weight | 0.55 kg |
|---|---|
| Dimensions | 23 × 15 × 2 cm |
| Binding | Paperback |
| ISBN | 9789674819552 |
| Publisher | PTS Publishing House |
Be the first to review “Lembaga Budi (Bahasa Melayu)” Cancel reply
You must be logged in to post a review.
You may also like…
Kaedah Rasulullah (saw) Menegur Kesilapan
Tegur Menegur adalah satu sikap dan perbuatan yang baik pada pandangan Islam. Pada masa kini teguran boleh dilakukan melalui pelbagai media dan cara. Namun begitu ramai yang tidak mengerti dan memahami adab serta cara-cara untuk menegur sesuatu kesilapan.
Menegur kesilapan adalan sebahagian dari wahyu dan metodologi Al-Quran menjelaskan perintah dan larangan, persetujuan dan pengencaman dan pembetulan kesilapan.
Mengajar orang lain juga merupakan amalan yang mana paling baik yang manfaatnya dapat disebarkan kepada yang lain. Ia merupakan perkongsian tentang peninggalan para Anbiya (as) dan Rasul (saw) oleh dai’yah dan para pendidik.
“Sesungguhnya Allah, para malaikatNya dan penduduk langit dan bumi sehingga semut dalam lubangnya dan sehingga ikan di dalam lautan momohonka rahmat kepada pengajar manusia kepada kebaikan.” (At-Tirmidhi)
Berpandukan al-Quran dan Hadis sahih, Sheikh Muhammad Salih al-Munajid menerangkan bagaimana pendekatan Rasulullah (saw) dalm mengajar serta menegur kesilapan.
Kehidupan Mulia Nabi Muhammad SAW (Ar Raheeq Al Makhtum) Edisi Kemas Kini P/B
Pada tahun 1976, konferensi pertama mengenai Sirah Nabi Muhammad telah berlangsung di Pakistan yang ditaja oleh Liga Muslim Sedunia. Sebuah pertandingan penulisan buku sirah diadakan dan sebanyak 171 naskhah telah diterima dari seluruh dunia. Sirah “Ar-Raheeq Al-Makhtum” nukilan Safiur-Rahman Mubarakpuri berjaya meraih tempat pertama oleh sebab sumbernya yang sahih dan tulen.
Perempuan-Perempuan Berbudi Dalam Al-Quran
Kita ingin jadi yang lebih baik dan kita ingin berbudi kepada orang-orang di sekeliling kita. Tetapi, siapakah inspirasi al-Quran untuk kita teladani?
Hakikatnya, Al-Quran telah membawa kisah Ibu Maryam yang bercita-cita tinggi saat menguruskan ruma tangganya.
Kisah Khawlah dan Ummu Kulthum binti Uqbah yang berusaha keras dan berani bertanya ketika menuntut ilmu.
Kisah dua perempuan Madyan yang menjaga kemuliaan diri saat keluar bekerja.
Kisah Permaisuri Saba’ yang berfikir panjang dan kritikal membuat keputusan dalam memimpin negara.
Berteduh Daripada Kegelisahan Hati
Gelisah, risau, takut, putus asa.
Mengapa emosi sebegini yang selalu membekas dalam hati kita? Ia datang bersilih ganti, sama ada kita sedar ataupun tidak.
Related Products
Dunia Jin Dan Setan – Serial Aqidah Islam – 3
Kiamat Kecil ; Serial Aqidah Islam – 5
Kiamat Kecil: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 5/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Apa yang terjadi setelah kematian? Bagaimana kehidupan manusia setelah kehidupan dunia ini? Kapan dan bagaimana dunia ini berakhir? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut semua orang, tidak peduli apa latar belakang nya. Banyak yang telah mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, dan menghasilkan teori-teori yang berkisar dari aneh ke nihilistik. Tapi teori-teori buatan manusia tidak dapat menjawab pertanyaan di luar batas kemampuan manusia. Dalam buku ini Dr. Umar al-Asyqar memaparkan secara apik dan membahas dengan tajam tentang kematian, perjalanan roh menuju langit, alam kubur dan kiamat sughra (kiamat kecil) dan tanda-tandanya, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Semua itu beliau sampaikan dengan ketajaman analisa nalar dan kekuatan dalil yang otentik dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits shahih.
Haji & Umrah (Panduan Poket BM)
PANDUAN POKET bagi mengerjakan Umrah, Haji, dan Ziarah Madinah
Rasul dan Risalah ; Serial Aqidah Islam – 4
Rasul Dan Risalah: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 4/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Di era kemajuan ilmu pengetahuan sekarang ini, banyak orang yang mengandalkan ilmu dan kemampuannya bahkan sampai menuhankan akal fikirannya. Mereka merasa tidak perlu lagi kepada ajaran dan petunjuk para nabi dan rasul, bahkan ada yang mengatakan bahawa rasul pun perlu dikritisi. Benarkah demikian? Mungkinkah manusia sampai kepada kebenaran hakiki dengan kemampuan akalnya. Jawabnya tentu tidak, sepandai apapun akal manusia tetap terbatas, ia tidak bisa mencapai kebenaran hakik kecuali dengan tuntunan wahyu yang dibawa oleh para rasul, ia tidak bisa mengetahui kebaikan dan keburukan secara benar dan mendetail tanpa petunjuk para rasul. Oleh karena itu, orang yang hanya mengandalkan akalnya saja tanpa memperdulikan petunjuk yang dibawa oleh para rasul akan tersesat jalan. Buku ini mengupas tuntas tentang nabi dan rasul serta ajaran mereka dengan rinci dan mendetail, baik yang berkaitan dengan definisi nabi dan rasul, perbedaan antara keduanya, urgensi diutusnya mereka, jumlah mereka, sifat-sifat dan tugas-tugas mereka. Oleh karena itu, buku ini pantas dimilikioleh setiap muslim yang ingin mengenal para rasul dan mengetahui ajaran mereka, dan juga siapa saja yang ingin mencari kebenaran.
Nota My #QURANTIME Juzuk 3
Sejajar dengan tujuan program My#QuranTime yang disiarkan di TV ALHIJRAH Iaitu mahu menjadi platform solidariti ummah mempelajari asas bacaan al-Quran, Tadabbur dan Tazakkur, maka lahirlah naskhah lengkap: NOTA MY #QURANTIME sebagai panduan lengkap buat mereka yang cintakan al-Quran.
NOTA MY #QURANTIME Juzuk ke-3 ini lebih istimewa kerana di dalamnya terdapat lebih banyak perbincangan yang dikupas secara menyeluruh. Antaranya ialah:
- Pertukaran arah kiblat
- Kekal hidup bagi yang berjihad di jalan Allah
- Ujian Allah buat mereka yang bersabar
- Ganjaran buat mereka yang ditimpa musibah
- Laknat bagi mereka yang menyembunyikan kebenaran
- Hukum berniaga ketika musim haji
Nota ini juga merangkumi:
- Satu buku, satu juzuk
- Nota pilihan daripada penonton
- Aplikasi QR code untuk video bacaan terpilih
- Nota ringkasan yang padat tapi mudah difahami
- Peta infografik berwarna yang dapat membantu pemahaman pembaca
Journey Through The Quran (Edisi Bahasa Melayu)
Nota My #QURANTIME Juzuk 1
Sejajar dengan tujuan program My#QuranTime yang disiarkan di TV ALHIJRAH Iaitu mahu menjadi platform solidariti ummah mempelajari asas bacaan al-Quran, Tadabbur dan Tazakkur, maka lahirlah naskhah lengkap: NOTA MY #QURANTIME sebagai panduan lengkap buat mereka yang cintakan al-Quran.
NOTA MY #QURANTIME ini akan diterbitkan sebanyak 30 juzuk, yang mana setiap juzuk mempunyai sebanyak 230 hingga 300 halaman.
Nota ini juga merangkumi:
- Satu buku, satu juzuk
- Nota pilihan daripada penonton
- Aplikasi QR code untuk video bacaan terpilih
- Nota ringkasan yang padat tapi mudah difahami
- Peta infografik berwarna yang dapat membantu pemahaman pembaca
Muhammad S.A.W. Anda Bagaikan Dapat Melihat Baginda
Palestin Kami Datang (A5)
Masih ingat lagi tak anda peristiwa hitam yang menyelubungi aktivis negara kita apabila kapal Mavi Marmara yang membawa barangan untuk disumbangkan kepada rakyat Palestin diserang secara ganas oleh rejim Yahudi. Kejadian tersebut telah membuka mata ramai pihak dan mendapat kutukan keras daripada beberapa buah negara tentang kelakuan zalim tentera Israel kepada para aktivis.
Nikmati Kehidupanmu (Revised Edition)
Produk hasil penyelidikan selama lebih dari dua puluh tahun, ‘Nikmatilah Kehidupanmu’ adalah terjemahan daripada buku terlaris berkaitan keagamaan dan motivasi dialam Bahasa Arab dan Bahasa Inggeris. Kini boleh didapati dalam Bahasa Malaysia. Buku yang menerangkan seni berinteraksi, hasil kajian terhadap kehidupan Rasulullah S.A.W .
Recently Viewed
Characteristics Of The Hypocrites
Hypocrisy is a deep-rooted and all-pervading spiritual disease. A person’s heart could be overflowing with it yet be oblivious of it due to its hidden and subtle nature; frequently does it lead a person to think they are acting rightly when in reality he is spreading corruption. It is of two types: major and minor; majority hypocrisy leads to eternal punishment in the lowest depths of Hell; it is to outwardly display faith in Allah, His Angles, His Books, His Messengers, and the last Day whereas inwardly one is devoid of such belief, indeed disbelieving in it. They do not believe that Allah spoke to a man amongst men who He appointed to be Messenger: guiding them by His permission and warning them of His punishments.
The Higher Objectives of Humanity
A video summary of this book can be found here: https://www.youtube.com/watch?v=YdNQxv_ODdc&t=26s This book discusses the why, what and how of Rahmatan lil-Alamin as the higher objective of humanity. It presents a practical understanding of the purpose of creation and humanity to improve the individual and collective well-being of Muslims and society. The intention is to re-introduce and re-emphasize the correct Islamic perspective of humanity. The first five chapters revisits the common understanding among Muslims as to why mankind is created. We show that the prevalent view that we are created to worship Allah (SWT) is incomplete. There is a higher and more noble purpose; Rahmatan lil-Alamin (mercy to the worlds). We next describe the what of Rahmatan lil-Alamin. The best role model of Rahmatan lil-Alamin is undoubtedly Prophet Muhammad (SAW), the last and final prophet and messenger, whom Allah (SWT) sent with a very clear purpose, “And We have not sent you but as a mercy to the worlds.” [21:107]. We present many examples from the history of Prophet Muhammad (SAW) and a collection of his (SAW) sayings and advice on being the best. The final chapters of the book deal with the how of Rahmatan lil-Alamin. We describe in detail how the Muslim can apply Rahmatan lil-Alamin daily in his or her life. We propose a practical model of Rahmatan lil-Alamin that we induced from the Quran. We also addressed how to apply Rahmatan lil-Alamin to a broader society by proposing a decision-making tool that can guide us as persons and as communities to make decisions that conform to the foundations and priorities of Rahmatan lil-Alamin. We present case studies from the history of the Companions using this decision-making model. This book seeks to establish a connection between Islam and civilization within a civilizational and ethical framework. We believe that a more proper and complete understanding of the Islamic view about humanity may present to us new perspectives of Islam and how Muslims should engage with fellow Muslims and people of other faiths. In fact, the implication of this new reinterpretation framework goes even further in that: any human civilization built on this framework is the most prosperous for the whole and also for the individuals in it.













































There are no reviews yet.